• Ming. Jan 18th, 2026

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

I Putu Ganda Wijaya Buka Kartu: TPA Landih Siap Selamatkan Bali dari Darurat Sampah, Ini Syaratnya!

BANGLI, MEDIAPOLRINEWS – Di tengah ancaman krisis sampah yang menghantui Bali, secercah harapan muncul dari Kabupaten Bangli. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, dengan tegas menyatakan bahwa TPA Landih siap menampung sampah residu dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, asalkan sejumlah persyaratan krusial terpenuhi. Pernyataan ini disampaikan pada 5 Januari 2026, di tengah sorotan publik terhadap permasalahan sampah di Pulau Dewata.

Wacana ini mencuat setelah kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke TPA Landih dan serangkaian rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Bali, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung. Putu Ganda menjelaskan, revitalisasi TPA Landih menjadi kunci utama agar dapat memenuhi standar pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Penekanan Bapak Menteri adalah, jika TPA Bangli dijadikan solusi untuk memproses sampah akhir, maka TPA kita harus direvitalisasi terlebih dahulu,” ungkap Putu Ganda. Ia mengakui bahwa TPA Landih saat ini memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, seperti minimnya alat berat, kolam lindi yang belum berfungsi optimal, serta akses jalan yang perlu diperbaiki.

Menepis isu yang beredar di media sosial, Putu Ganda menegaskan bahwa TPA Landih tidak akan menerima semua jenis sampah dari Denpasar dan Badung. Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013, Pemkab Bangli hanya dapat melakukan kerja sama dengan daerah lain jika memenuhi standar yang ditetapkan, yaitu hanya menerima sampah residu.

“Sampah yang akan dikirim nanti hanya sampah residu saja. Tidak boleh ada sampah organik atau anorganik yang masuk ke TPA Landih Bangli,” tegasnya.

Pemkab Bangli juga berencana menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, yang akan mengatur secara rinci tugas, kewajiban, dan kewenangan masing-masing pihak, termasuk sistem pengiriman sampah dan kompensasi finansial bagi Bangli.

“Bangli siap membantu, asalkan sarana dan standarisasi dipenuhi. Dengan demikian, kita bisa mengelola sampah dengan baik dan sesuai standar, yaitu sampah residu,” jelas Putu Ganda.

Lebih dari sekadar solusi teknis, Putu Ganda menegaskan bahwa kesediaan Bangli untuk membantu mengelola sampah dari Denpasar dan Badung didasari oleh alasan kemanusiaan dan demi menjaga citra pariwisata Bali.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai sesama warga Bali, harus bisa saling tolong menolong. Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Bali, demi kemanusiaan dan keberlangsungan pariwisata kita,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Bangli menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sampah di Bali. Namun, realisasi rencana ini sangat bergantung pada keseriusan dan dukungan dari semua pihak terkait. (Jro’budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *