• Sab. Mei 30th, 2026

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

Menteri Sandiaga Uno Bawa 100 Delegasi Tamu Negara Naik Ke Atas Bangunan Candi Borobudur

KABUPATEN MAGELANG | Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Menparekraf) mengajak delegasi ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 untuk naik bangunan Candi Borobudur dengan sandal upanat. Selain itu delegasi diajak keliling kawasan Borobudur dengan naik mobil VW.

Pantauan awak media kali pertama para delegasi diajak menuju Bukit Daki yang berada di kawasan Candi Borobudur. Di atas bukit tersebut para delegasi mengikuti yoga dan memandang keindahan Candi Borobudur dari kejauhan.

Kemudian menuju Balkondes Majaksingi untuk menikmati paket Borobudur Trail of Civilization (BToC). Rombongan menikmati pijat, sajian makan, minum jamu, membatik, membuat gerabah, hingga permainan tradisional.

Menparekraf Sandiaga Uno bersama para delegasi Asean Tourism Forum (ATF) 2023 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, MInggu (5/2/2023).

Setelah ini para delegasi diajak keliling naik mobil VW di kawasan Borobudur dan finish di Candi Borobudur. Terakhir, para delegasi sekitar 100 orang diajak naik Candi Borobudur dengan memakai sandal upanat.

“Saya sangat bersyukur hari ini, bahwa selesainya keketuaan ASEAN Tourism Forum ini juga ditandai dengan uji coba paket edukasi dan paket konservasi Borobudur,” kata Sandiaga kepada media di Manohara, Candi Borobudur, Minggu (5/2/23).

“Kita tadi membawa sekitar 100 delegasi tamu negara naik ke atas bangunan Candi Borobudur dengan menggunakan paket konservasi dan paket edukasi lengkap dengan sandal upanat. Dan ini dapat kami sampaikan siap diluncurkan. Sekarang kami menyerahkan kepada TWC untuk segera meluncurkan kepada publik,” lanjut Sandiaga.

Para delegasi, kata Sandiaga, memberikan apresiasi dan antusias. Mereka juga terkagum dari penjelasan tour guide terhadap panel-panel relief.

“Tadi begitu mereka naik ke atas, itu semua ya. Saya pikir hanya mau lihat-lihat di level pertama atau level kedua, mereka semua mau naik sampai ke atas. Dan mereka terkagum-kagum dengan penjelasan dari para tour guide yang sudah mendapatkan pelatihan menjelaskan pakai Bahasa Inggris, spesifik seksi-seksi dari panel-panel relief yang menceritakan kehidupan sehari-hari di tahun abad 8, abad 10, yang masih sangat relevan hari ini,” ujarnya.

Usai naik Candi Borobudur, berlanjut pada momen Penyerahan Ketua Penyelenggara ATF dari Indonesia ke Laos.

Menparekraf Sandiaga Uno bersama para delegasi Asean Tourism Forum (ATF) 2023 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, MInggu (5/2/2023)

“Sebagai pemimpin ada saat naik panggung, tapi pada saat turun panggung. Kemarin dan siang ini Indonesia berhasil memimpin ASEAN Tourism Forum selama satu tahun dan tadi setelah makan siang saya menyerahkan ke Ketuaan ASEAN Tourism Forum kepada Laos,” kata Sandiaga.

Untuk diketahui, sebelumnya Balai Konservasi Borobudur (BKB) mengungkap tangga Candi Borobudur terus tergerus akibat padatnya kunjungan wisatawan. PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko pun menyiapkan sandal upanat yang diyakini mampu melindungi candi dari keausan. Nantinya, seluruh pengunjung yang naik menuju Candi Borobudur memakai sandal upanat.

Berikut Sandiaga memaparkan harga paket wisata edukasi dan konservasi di Candi Borobudur, menurutnya peket wisata akan dibedakan antara wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara.

“Untuk wisatawan mancanegara ini mungkin bisa mengacu di atas 35 dolar, Rp 500 ribu termasuk paket sandal dan lainnya sebagainya. Tapi untuk wisatawan nusantara nanti akan dihitung oleh TWC. Targetnya di antara kisaran Rp 100-an ribu lebih, kurang lebih Rp 100 ribu. Jadi, ada cross subsidi dari wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dan dibatasi kunjungannya 1.000 sampai 1.200 per hari,” jelas Sandiaga.

Lebih lanjut Sandiaga, Bagi pengunjung dengan paket tersebut, akan mendapatkan sejumlah fasilitas. Di antaranya sandal upanat, tas, dan tour guide.

Menteri Sandiaga kemudian menjelaskan, “Ya untuk wisatawan asing sekitar segitu panduannya, untuk wisatawan dalam negeri, saya bicara sama para pemandu wisata lokal. Berapa sih kira-kira karena dia bilang ini dapat sandal, sandalnya bagus, tadi bisa lihat sendiri juga enak dipakai ada tasnya, tas juga bisa dipakai dengan kualitas yang bagus, terus ada guide-nya, terus juga ada tambahan informasinya,” ujarnya.

“Kira-kira kalau wisatawan mancanegara pasti sangat menerima dengan Rp 500 ribu, itu kan sekitar 35 dolar. Itu lebih murah daripada yang ada di Kamboja dan jauh lebih murah dari Piramid. Tapi kalau yang wisatawan nusantara ini mungkin angkanya di kisaran Rp 100, paling tinggi mungkin nanti Rp 150 ribu atau bagaimana nanti, tapi penetapannya akan dilakukan oleh PT TWC sebagai pengelola,” sambungnya.

Sementara itu, General Manager PT TWC Unit Borobudur, Jamaludin Mawardi mengatakan soal harga tiket resmi akan diumumkan, pembukaan paket wisata edukasi dan konservasi di Candi Borobudur, Saat ini pihaknya masih membahasnya lebih lanjut.

“Seperti tadi yang disampaikan Pak Sandi ya itu konsep yang awal, tapi kan belum difinalkan. Nanti ditunggu informasi detailnya pada saatnya pasti akan diumumkan,” Ucap Jamal.

(*)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *