BOGOR, MEDIAPOLRINEWS – Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, sukses menyelenggarakan Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini digelar di Aula Kantor Desa Gunungsari pada Kamis (09/07/2026).
Agenda ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari kehadiran langsung Kepala Desa Gunungsari Uwes Wijaya, S.E., Ketua TP-PKK Desa Gunungsari Sami Suryani, jajaran perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader PKK, dewan juri, serta para peserta dan orang tua pendamping.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunungsari, Uwes Wijaya, S.E., menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, momentum ini merupakan sarana pembinaan karakter generasi muda agar tumbuh dengan landasan akhlak mulia.
”Kami berharap melalui kegiatan ini lahir generasi Qur’ani yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Uwes.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan santunan yang berjalan selaras dengan MTQ ini merupakan refleksi dari tanggung jawab sosial kolektif.
”Sementara santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kita bersama, agar mereka tetap semangat dalam belajar dan optimis dalam meraih masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan doa bersama. Memasuki inti acara, perlombaan MTQ diikuti oleh 33 peserta dari berbagai kelompok usia. Di hadapan dewan juri, seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan menitikberatkan pada kaidah tajwid, fashahah, makharijul huruf, serta adab tilawah yang baik.
Selain kompetisi, suasana penuh haru mewarnai prosesi penyerahan santunan secara simbolis kepada 50 anak yatim. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pokok mereka sekaligus menjadi representasi kasih sayang serta perhatian dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar.
Melalui integrasi kegiatan keagamaan dan sosial ini, Pemdes Gunungsari berharap budaya berbagi serta semangat mencintai Al-Qur’an dapat semakin mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
Ke depan, Lomba MTQ dan Santunan Anak Yatim ini diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan. Langkah ini dinilai strategis sebagai wadah pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, ruang pengembangan bakat generasi muda, sekaligus instrumen untuk mempererat tali silaturahmi, gotong royong, dan solidaritas sosial di Desa Gunungsari. (RQ)
