• Sel. Jul 28th, 2026

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

Nyoman Parta: Tragedi Juwuk Legi Adalah Kesalahan Pemimpin

ByRedaksi MPN

Jul 28, 2026

JAKARTA, MEDIAPOLRINEWS – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Nyoman Parta, menyampaikan pandangan mendalam terkait tragedi pengeroyokan yang menewaskan seorang pria yang diduga sebagai pencuri ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas komentar seorang warganet yang mempertanyakan alasan dirinya belum mengeluarkan suara terkait peristiwa tersebut.

Warganet tersebut dalam unggahannya menyatakan bahwa Nyoman Parta memilih tidak terlibat dalam perbincangan di media sosial mengenai tragedi Juwuk Legi dan tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota parlemen. Komentar tersebut kemudian mendapatkan tanggapan langsung dari politisi asal Bali ini melalui kolom komentar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Nyoman Parta mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih untuk melakukan introspeksi diri daripada ikut dalam perbincangan yang sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Menurutnya, terjadinya tindakan pencurian hingga aksi main hakim sendiri tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat secara langsung, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama para pemimpin yang dinilai belum berhasil membina masyarakat dengan baik.

“Rakyat sampai mencuri dan rakyat sampai main hakim sendiri adalah kesalahan pemimpin, termasuk saya sendiri. Kami gagal mendidik rakyat hingga harus terjadi peristiwa itu. Saya memilih untuk introspeksi diri. Lagipula sudah banyak yang berbicara (mengenai kejadian itu),” tulis Nyoman Parta dalam tanggapannya.

Pernyataan tersebut kemudian menuai berbagai respons dari komunitas warganet. Sebagian besar memberikan apresiasi terhadap sikap Nyoman Parta yang memilih melakukan evaluasi diri dan tidak menyalahkan satu pihak semata. Di sisi lain, sejumlah warganet juga menyampaikan harapan agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, dapat bersama-sama mengambil langkah konkret untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

Beberapa warganet juga menyampaikan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sistem hukum. (Jro’budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *