• Jum. Jul 31st, 2026

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

Coffee Kintamani Diincar Pasar Luar Negeri, DPRD Bangli: Belum Bisa Ekspor Karena Produksi Terbatas

BANGLI, MEDIAPOLRINEWS – Meskipun kopi Kintamani telah dikenal luas di kalangan pencinta kopi baik dalam maupun luar negeri, upaya untuk menembus pasar ekspor masih menghadapi tantangan besar akibat kapasitas produksi yang masih terbatas, jauh di bawah standar kebutuhan para importir internasional.

Pernyataan ini disampaikan oleh ahli kopi Kabupaten Bangli sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangli, Ida Bagus Made Santosa – pemilik usaha Kopi Nini yang berasal dari Desa Demulih, Bangli. Dalam wawancara di sela-sela kegiatan panitia Golkar Bali Cup Testers Championship di Kedai Kopi Lavista, Kintamani, pada Minggu (26/7/2026), politisi ini menjelaskan bahwa kapasitas produksi menjadi faktor utama yang menghambat terjadinya kontrak ekspor untuk kopi Kintamani.

“Untuk bisa memasuki pasar ekspor dan mendapatkan kontrak dengan importir, tiga hal utama harus terpenuhi: kuantitas yang sesuai dengan permintaan, kualitas yang konsisten, serta kontinuitas pasokan. Saat ini, produksi kopi arabika Kintamani baru mencapai angka 500 ton per tahun – angka yang jauh di bawah kebutuhan pasar dunia. Tak mungkin para importir mau melakukan kontrak jika kebutuhan mereka tidak dapat terpenuhi secara memadai,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala ini, Santosa menekankan perlunya melakukan ekstensifikasi atau perluasan areal tanam kopi di kawasan Kintamani. Ia berharap pemerintah dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mulai dari membantu permodalan, penyediaan bibit berkualitas, hingga pendampingan dalam penanganan pasca panen.

Menurutnya, kawasan Kintamani telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang menyatakan bahwa wilayah tersebut sangat cocok untuk menanam kopi. Namun, kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi lahan, melainkan juga oleh berbagai faktor lain seperti proses roasting, varietas tanaman, serta penanganan pasca panen dan pengolahan yang dilakukan secara profesional.

“Ini menjadi alasan mengapa Partai Golkar menyelenggarakan ajang Cup Testers Championship – untuk melahirkan para pengolah kopi profesional yang mampu meningkatkan mutu dan konsistensi citarasa kopi Kintamani, sehingga produk kita semakin memiliki daya saing di pasar global,” ujarnya.

Seiring dengan beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan tersebut, Santosa menyampaikan harapan agar koperasi dapat berperan sebagai fasilitator bagi para petani dan pelaku usaha kopi Kintamani.

“Koperasi merupakan wadah bagi kumpulan usaha kecil dan menengah. Jika di dalamnya terdapat perwakilan dari para pebisnis kopi yang berpengalaman, tentunya hal ini akan sangat bermanfaat. Kami berharap KDMP dapat membantu memfasilitasi seluruh rantai nilai kopi Kintamani, mulai dari permodalan bagi petani hingga penanganan pasca panen yang sesuai standar,” pungkasnya. (Kaperwil Bali: jro’budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *