• Ming. Jan 18th, 2026

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

Bangli “Siaga 1”: Warga Siap Hadang Truk Sampah Denpasar, DPRD Ingatkan “Harga Diri”!

ByRedaksi MPN

Des 26, 2025

BANGLI, MEDIAPOLRINEWS – Gelombang penolakan terhadap rencana Pemkot Denpasar membuang sampah ke TPA Bangli semakin memanas. Warga Gumi Sejuk bahkan menyatakan siap menghadang truk pengangkut sampah dari Denpasar di perbatasan wilayah mereka.

Ancaman aksi langsung ini disuarakan lantang oleh Ida Bagus Raka Mudarma, mantan Ketua DPRD Bangli, yang menilai bahwa dampak negatif dari rencana tersebut jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya. Infrastruktur jalan menuju TPA Bangli yang masih berstatus jalan umum dinilai belum siap menampung lalu lintas truk sampah setiap hari.

“Jalan yang rusak saja banyak belum terbiayai, ini malah mau ditambah beban,” ujarnya, jumat (26/12/2025).

Senada dengan Raka Mudarma, anggota DPRD Bangli, Made Joko Arnawa, juga secara tegas menolak wacana tersebut. Ia mengingatkan bahwa Bangli belum mampu mengelola sampah sendiri, apalagi ditambah dengan sampah dari luar daerah. Joko juga menyinggung konsep Hulu Teben, di mana Bangli sebagai “hulunya Bali” seharusnya tidak menjadi tempat pembuangan sampah.

“Bangli kan hulunya Bali, masak sampah di bawa ke hulu. Kalau sampah dibawa ke hulu maka air dari hulu tercemar dan sampai ke daerah bawahpun air itu menjadi kotor, logikanya kan begitu,” tegas Joko.

Raka Mudarma menambahkan bahwa warga semakin geram karena tidak pernah ada sosialisasi sebelumnya. Ia bahkan mengaku belum mendengar adanya kesepakatan resmi antara Pemkab Bangli dan Pemkot Denpasar terkait rencana tersebut.

“Pejabat Bangli juga belum pernah menyampaikan izin. Jangan main coba-coba, ini bisa mengganggu ketentraman dan bikin Bangli gaduh,” tegasnya.

Pernyataan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di media justru dinilai menyulut api penolakan. Raka Mudarma bersama warga sepemikiran menyatakan siap berjaga di pintu masuk Bangli, wilayah Guliang, untuk menghadang truk sampah yang kabarnya mulai beroperasi Januari 2026.

“Apapun risikonya, ini sudah keputusan. Tidak ada kompromi. Kami tolak benar,” tandasnya.

Dengan demikian, penolakan sampah Denpasar ini bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi isu harga diri bagi warga Bangli. Akankah Pemkot Denpasar mengindahkan aspirasi warga Bangli, atau justru terjadi konfrontasi di perbatasan?

(Jro’budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *