BIMA, NTB, MEDIAPOLRINEWS — Aksi tanggap dan kepedulian ditunjukkan oleh jajaran siswa dan guru SMAN 2 Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah kondisi jalan yang memprihatinkan dan terbiarkan hingga puluhan tahun, para pelajar turun langsung ke jalan untuk menambal kerusakan parah di jalur Lintas Nunggi–Ntoke.
Dalam rekaman video yang mendadak viral di media sosial, salah seorang perwakilan siswi SMAN 2 Wera menegaskan alasan utama di balik aksi swadaya ini.
”Hari ini kami siswa dan siswi dari SMAN Negeri 2 Wera sedang memperbaiki jalan yang menghubungkan antara Desa Bala, Desa Nunggi, dan Desa Ntoke. Karena jika tidak diperbaiki, maka akan mengakibatkan bahaya pada pengguna jalan,” ujar siswi tersebut tegas di lokasi perbaikan.
Tak hanya para pelajar, jajaran pendidik turut mendampingi aksi perbaikan jalan ini sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning / PjBL). Salah seorang perwakilan guru menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan guna melatih kepekaan sosial siswa terhadap kondisi sekitar.
”Ini bagian dari kegiatan program PJBL SMAN Negeri 2 Wera pada hari ini. Perbaikan ini bagian dari kegiatan perbaikan gotong royong untuk mencari solusi dan memperbaiki kondisi jalan yang menghubungkan Desa Nunggi, Desa Bala, dan Desa Ntoke,” terangnya seraya menunjuk titik-titik keretakan jalan dan jurang yang membahayakan keselamatan warga.
Kerusakan pada jalur penghubung antar-desa ini kian parah akibat ketiadaan drainase permanen di sisi jalan. Saat musim hujan tiba, luapan air dari kawasan pegunungan langsung mengikis struktur jalan hingga membentuk lubang-lubang dalam dan curam di pinggir jalan yang berbatasan langsung dengan tebing/jurang.
Kondisi terabaikan selama hampir 20 tahun ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak karena dinilai mengancam keselamatan para penglaju, khususnya anak-anak sekolah yang melintasi jalur tersebut setiap hari.
_*Aksi para pelajar ini memantik reaksi tegas dari Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Aspirasi Rakyat (DPP LAR Indonesia). Anhar, S.H, selaku ketua Lumbung Aspirasi Rakyat Indonesia Lembaga tersebut secara resmi melayangkan surat desakan kepada Bupati Bima yang juga ditembuskan langsung ke tingkat pusat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., serta Kepala Staf Kepresidenan dan Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta.

Dalam dokumen tertulis yang disampaikan, DPP LAR Indonesia mendesak tiga langkah konkret dari pemerintah daerah:
1. *Pembenahan Menyeluruh:* Perbaikan total ruas Jalan Lintas Nunggi–Ntoke serta pembangunan fasilitas drainase permanen.
2. Transparansi Anggaran: Kejelasan dan keterbukaan alokasi anggaran pembangunan jalan untuk wilayah Kecamatan Wera.
3. Kepastian Tenggat Waktu (Deadline): Penetapan jadwal konkret realisasi perbaikan oleh pemerintah.
Guna memastikan aspirasi masyarakat direspon dengan tindakan nyata, warga bersama aliansi pemuda setempat mengancam akan mengambil langkah hukum. Jika pemerintah tak kunjung memberikan respons konkret, dugaan maladministrasi dan pembiaran infrastruktur ini akan dilaporkan secara resmi ke Ombudsman Republik Indonesia.
Aksi nyata para pelajar SMAN 2 Wera ini menjadi tamparan keras sekaligus cermin perlunya percepatan pemerataan infrastruktur dasar demi menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat di daerah. (**)
