BOGOR, SOROT – Lembaga swadaya masyarakat mendidik pro rakyat Nusantara (LSM Lidik Pro Nusantara) akan surati pemerintah Desa (pemdes) Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, (26/12/2022). Lantaran pemdes Leuwikaret diduga three sulap anggaran diantaranya dana pengadaan masker, anggaran dana desa, dan anggaran dana Samisade 2022.
Melalui surat dengan No : 091/ SA/ DPD LIDIK PRO KAB BOGOR/ XII/ 2022. Selaku ketua Kabupaten Bogor LSM Lidik Pro Nusantara, bertujuan mengajak pemdes Leuwikaret untuk Beraudensi guna klarifikasi terkait hasil temuan yang telah di dapat oleh tim investigasi Dilapangan itu,
Menurut Junaedi, “Dimana hasil kami investigasi di lapangan ..ada nya dugaan penemuan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa dan Anggaran Samisade tahun anggaran 2021 -2022.”Ujar Junaedi
Selanjutnya, Terkait dana pembelian masker yang tidak ada realisasi nya terhadap masyarakat,dan anggaran dana desa tahun anggaran 2022 pengerjaan jalan infrastuktur jalan Cioray cibuntu,”tambahnya
Ditegaskan Junaedi, “Kami dari lembaga investigasi mendidik pro rakyat Nusantara meminta klarifikasi Kepada Pemerintahan Kepala Desa Leuwikaret terkait adanya dugaan penyalahgunaan jabatan dan anggaran program Samisade serta Anggaran Dana Desa untuk Anggaran Tahun 2021- 2022.”Kecamnya
Guna memenuhi pemberitaan media online dan streaming tv awak media mencari informasi lanjut terkait dugaan penyelewengan dana pemdes Leuwikaret.
Terkuak hal itu setelah awak media menggali informasi guna memenuhi pemberitaan, Salah satu warga berinisial HR telah di minta untuk meminjamkan dana talang terkait pengadaan material pembangunan jalan samisade di Cioray Cibuntu. Pasalnya anggaran Samisade di tahap pertama tahun 2022 itu tidak cukup (anggaran telah habis) padahal dana tersebut pada tahap pertama 60% yang di terima oleh pemdes Leuwikaret.
“Uang saya 8 juta di pinjam oleh pa RW katanya untuk pembelanjaan material buat pembangunan jalan.”Ucap HR kepada Wartawan (25/12).
Lebih lanjut HR, padahal uang tersebut saya sangat membutuhkan untuk biaya anak sekolah ada juga yang kuliah, mana digantikannya nanti nunggu pencairan anggaran Samisade tahap ke 2,”Ungkapnya

Perlu diketahui pembangunan jalan samisade di Kp Cioray RT 01 RW 05 tersebut pasalnya belum rampung. Spesifikasi panjang jalan 632 Meter, Lebar 3 Meter dan Tinggi 0,10 Meter dengan total anggaran sebesar Rp. 502. 334.195,- (Lima ratus dua juta tiga ratus tiga puluh empat seratus sembilan puluh lima rupiah,) termasuk pajak.
Ditempat terpisah beberapa warga pun mengeluhkan pembangunan betonisasi jalan di Cioray yang mana neurut pengakuan warga yang tidak ingin di sebutkan namanya.
“Aktual jalan yang sudah di betonisasi (Cor) baru di kerjakan dengan panjang kurang lebihnya 300 meter,”ungkapnya
Padahal tahap pertama 60% artinya apakah ditahap ke dua akan ter cover semua, Lebih mirisnya lagi dana dari 60% yang sudah terealisasi di tahap 1 ko kurang sampai pinjam ke warga kurang lebih 20 juta uang warga jadi dana talang untuk pembayaran pengadaan material.”Sesalnya
Tak hanya itu dugaan pengadaan masker pun telah di sulap oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab. Bersambung.
(*/Red)
