BANGLI, BALI, MEDIAPOLRINEWS — Pembangunan Rumah Jabatan Bupati Bangli senilai Rp30 miliar kini terus dipacu dan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Proyek yang mengusung nilai-nilai arsitektur tradisional Bali berbasis tata ruang Asta Kosala Kosali dan Asta Bumi tersebut mencatatkan progres signifikan melebihi 75 persen dan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada Desember 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Kabupaten Bangli, I Nyoman Aryana, menegaskan bahwa perancangan kompleks rumah dinas ini mengawinkan kelestarian budaya lokal dengan fungsionalitas bangunan pemerintahan modern.
“Selain sebagai tempat tinggal resmi kepala daerah, kompleks ini dirancang multifungsi. Di dalamnya dilengkapi fasilitas gedung kantor, ruang pertemuan, hingga ruang penerimaan tamu untuk menunjang kelancaran tugas kedinasan dan pelayanan publik,” ujar Aryana, Jumat (30/10/2026).
Penggunaan pedoman Asta Kosala Kosali dan Asta Bumi diterapkan secara adaptif untuk mengatur hierarki, tata letak, serta skala bangunan maksimal (sikut satak). Dari aspek material, proyek ini konsisten memprioritaskan bahan alami khas Pulau Dewata.
Struktur utama bangunan didominasi oleh batu paras dan material kayu alami tanpa menggunakan rangka baja. Pada pengerjaan seni ukir kayu, finishing dibiarkan tampil natural tanpa menggunakan pewarna buatan maupun aksen prada (pulasan emas). Elemen vokal khusus seperti area merajan (tempat sembahyang) menjadi satu-satunya bagian yang mendapatkan perlakuan estetika khusus.
Guna memastikan tata kelola proyek berjalan transparan, akuntabel, dan tepat waktu, perencanaan hingga pengerjaan proyek ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain merangkul para seniman lokal dan tokoh masyarakat, pelaksanaannya turut mengikutsertakan pendampingan dari aparat penegak hukum, termasuk Polres Bangli.
Dengan capaian progres yang positif saat ini, pihak pelaksana optimistis fasilitas pemerintahan bertaraf monumental tersebut siap diresmikan sesuai batas waktu yang ditetapkan pada akhir tahun. Pembangunan rumah jabatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas kebudayaan Bali, tetapi juga menghadirkan pusat aktivitas kedinasan yang representatif bagi Kabupaten Bangli.(Jro’budi)
