CILEUNGSI, BOGOR | MEDIAPOLRINEWS – Menanggapi maraknya peredaran potongan video di platform media sosial TikTok mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) / Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB/PCMB) periode Juli 2026, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cileungsi memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan persepsi publik agar tetap berlandaskan fakta yang objektif, berimbang, dan tepercaya. Senin, (6/7/2026).
Pihak manajemen sekolah sangat menyayangkan tindakan penyebaran informasi sepihak oleh akun media sosial terkait yang mengunggah narasi secara tidak utuh. Unggahan video yang saat ini tengah viral dan dibanjiri berbagai komentar netizen tersebut diketahui sengaja memotong materi informasi dari berita online.
Menurutnya akun tersebut mengabaikan fakta bahwa pada berita online media utama yang telah tayang sebelumnya, telah dimuat klarifikasi dan jawaban resmi secara gamblang dari Kepala Sekolah yang menepis isu dugaan pungli tersebut.
Akibat pemotongan informasi yang tidak bertanggung jawab ini, muncul bias interpretasi yang merugikan nama baik institusi di mata masyarakat.
Kepala Sekolah SMKN 1 Cileungsi (SKIM), Fajar Syah Alam, S.T., M.Pd., menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran, verifikasi dokumen, hingga seleksi siswa baru dilaksanakan secara transparan melalui sistem yang telah diatur oleh regulasi kedinasan secara ketat. Kepala Sekolah menyayangkan bahwa ruang hak jawab yang ia berikan seolah sengaja dihilangkan dalam konten TikTok yang beredar.
”Masalahnya, tayangan informasi di media sosial (TikTok) tersebut dipotong. Tidak ada statement atau pernyataan klarifikasi dari pihak sekolah SMKN 1 Cileungsi yang dimasukkan. Padahal, pada berita online media mainstream yang telah tayang, seluruh jawaban kami sudah dimuat secara utuh guna menjelaskan bahwa pendaftaran berjalan sesuai sistem,” keluh Kepala Sekolah saat menunjukkan bukti percakapan.
Meskipun kolom komentar media sosial saat ini dipenuhi opini yang beraneka ragam dari warganet, Kepala Sekolah beserta seluruh jajaran pendidik SMKN 1 Cileungsi menegaskan tidak akan membiarkan diri terbawa suasana atau terdistraksi oleh kegaduhan digital tersebut.
Fokus utama pihak sekolah saat ini adalah tetap menjaga kondusivitas proses pendidikan dan fokus pada tujuan mulia, yaitu mencerdaskan anak bangsa, khususnya warga Kecamatan Cileungsi dan Kabupaten Bogor.
Melalui rilis resmi ini, pihak sekolah mengimbau kepada netizen dan masyarakat luas agar senantiasa menyaring informasi secara cerdas, objektif, dan melakukan check and re check sebelum mengambil kesimpulan dari video yang sengaja dipotong demi kepentingan interaksi (engagement) di media sosial. SMKN 1 Cileungsi tetap berdiri kokoh di atas fakta, kebenaran hukum, dan integritas pendidikan yang tepercaya. (Red)
