• Kam. Jul 16th, 2026

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

Potret Perjuangan Warga Bogor: Antrean Mengular di Jembatan Gantung Darurat Kedep Demi Selamat!

ByRedaksi MPN

Jul 16, 2026

BOGOR, MEDIAPOLRINEWS – Aktivitas warga di perbatasan Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, dan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, mengalami perubahan sejak dimulainya pembangunan Jembatan Kedep. Sejak Senin (13/7/2026), jembatan lama dibongkar total sebagai bagian dari proyek pembangunan jembatan baru di ruas Jalan Provinsi Jawa Barat.

‎Sebagai solusi sementara, pemerintah bersama pihak pelaksana proyek mengoperasikan jembatan gantung khusus pejalan kaki mulai Selasa (14/7/2026). Meski akses kendaraan ditutup sementara, jembatan tersebut tetap menjadi urat nadi mobilitas masyarakat yang setiap hari melintas untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.

‎Setiap harinya, antrean warga tampak mengular di kedua sisi jembatan. Pelajar, pekerja, pedagang, hingga lansia dengan tertib menunggu giliran menyeberang. Mereka memahami bahwa pembatasan kapasitas merupakan langkah penting demi menjaga keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Petugas pun disiagakan di kedua ujung jembatan untuk mengatur arus penyeberangan. Pengawasan dilakukan secara bergantian agar jumlah pengguna di atas jembatan tidak melebihi kapasitas yang telah ditetapkan.

‎Manajer Kontraktor, Maman, menjelaskan bahwa pembatasan maksimal 10 orang berada di atas jembatan merupakan hasil kajian teknis, bukan keputusan tanpa dasar.

‎”Berdasarkan hasil perhitungan kekuatan konstruksi jembatan sementara, kapasitas maksimal ditetapkan sebanyak 10 orang. Dengan asumsi berat rata-rata 50 kilogram per orang, beban pada bentang jembatan sepanjang kurang lebih 35 meter masih berada dalam batas aman sesuai hasil kajian tim teknis,” jelas Maman saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama pembangunan berlangsung. Oleh sebab itu, petugas ditempatkan di kedua sisi jembatan untuk mengatur giliran penyeberangan dari arah Desa Nambo maupun Desa Tlajung Udik agar tetap aman dan tertib.

‎”Kami mengutamakan keselamatan pengguna. Karena itu masyarakat kami harapkan mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri menyeberang ketika kapasitas jembatan sudah terpenuhi,” tegasnya.

Maman menambahkan, sistem pengaturan penyeberangan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak kontraktor, tim teknis, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait lainnya. Selain menjaga keselamatan pengguna, pembatasan kapasitas juga bertujuan mempertahankan kondisi jembatan gantung sementara agar tetap aman digunakan hingga proyek selesai.

‎Di tengah keterbatasan akses, masyarakat berharap pembangunan Jembatan Kedep dapat rampung sesuai jadwal sehingga konektivitas antara Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Gunung Putri kembali normal.

‎Selama ini, Jembatan Kedep menjadi jalur vital yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas ribuan warga setiap hari. Kehadiran jembatan baru nantinya diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

‎Pemerintah bersama pihak kontraktor juga terus mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan penyeberangan, serta mengikuti arahan petugas selama proses pembangunan masih berlangsung.(RQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *