BANGLI, MEDIAPOLRINEWS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli I Ketut Suastika mengangkat isu terkait keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk promosi sektor pariwisata. Politisi dari fraksi Partai PDI Perjuangan menyatakan bahwa sektor yang menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu diperoleh perhatian lebih serius dari pemerintah daerah. Hal ini disampaikannya pada selasa (7/7/2026).
Suastika, yang pernah menjabat sebagai Perbekel Desa Peninjoan, menjelaskan bahwa kontribusi pariwisata terhadap PAD Kabupaten Bangli tergolong signifikan dibandingkan sektor lainnya. Untuk meningkatkan angka pendapatan, ia menilai bahwa upaya promosi yang masif sangat diperlukan agar destinasi wisata di daerah ini lebih dikenal luas dan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung serta melakukan aktivitas ekonomi.
“Melalui promosi yang tepat, kita bisa memperkenalkan secara luas apa saja fasilitas yang ada dan keunggulan yang dimiliki setiap objek wisata kepada masyarakat luas, terutama calon wisatawan,” ucapnya.
Ketua DPRD tersebut mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk promosi pariwisata saat ini hanya mencapai Rp130 juta per tahun. Dengan jumlah tersebut, ia menyatakan bahwa aktivitas promosi tidak dapat berjalan secara maksimal. “Dengan anggaran saat ini, kita hanya bisa mengikuti beberapa acara promosi saja, sekitar 2 hingga 3 kali dalam setahun,” jelasnya.
Sebagai anggota yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli, Suastika menyatakan siap untuk memperjuangkan peningkatan anggaran pada proses perumusan anggaran tahun depan. Ia menambahkan bahwa pengelolaan pariwisata yang lebih profesional diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap PAD.
“Pada tahun 2025 lalu, kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD hanya mencapai Rp42 miliar. Jika dikelola dengan baik dan didukung promosi yang memadai, potensi pertumbuhannya akan sangat besar,” tandasnya.
(Jro’budi)
