• Jum. Jul 12th, 2024

Media Polri News

Cepat Tepat Akurat

Jamaah Masjid Al,Ghojali Muara Beres RT 01/01 Kel.Sukahati kec.Cibinong melaksanakan Tawakufan Pengajian menjelang bulan suci Ramadhan

ByRedaksi

Mar 18, 2023

CIBINONG – Jum’at 17/03/2023
Dalam pengajian rutin bersama majlis taklim Masjid Jami Alghojali para pengurus Dkm masjid, RT dan RW serta jemaah masjid melaksanakan kegiatan tawakufan menjelang bulan suci ramadhan dan sekaligus penutupan kajian rutin.

Dalam tausyiahnya ustad Darjatulaliyah,Sos menyebutkan setidaknya ada 3 agenda dalam Menyambut Romadhon Pertama, menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa: Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.

Kedua, dengan pengetahuan yang dalam. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat ibadah wajib, maka kita wajib memenuhi dan mempelajarinya.

Ketiga, dengan doa. Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk berbuat jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam Lailatul Qadar dan tantangan-tantangan lainnya. Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu berdoa agar optimis melalui bulan Ramadhan,tegasnya

Ustad Ahmad Humaidi Menyampaikan, Umumnya Masyarakat Indonesia sudah terbiasa menyambut suatu kedatangan, undangan, jamuan, perhelatan, hajatan dan dalam bentuknya yang lain, dengan persiapan yang matang bahkan lebih awal. Semakin besar tamu atau hajat yang akan digelar, semakin dini mengawali persiapan segala sesuatunya.

Jika Ramadhan dianggap tamu istimewa, tentu sambutan yang diberikan lebih istimewa dibandingkan dengan perhelatan lainnya. Sebab hadiah yang diperebutkan tidak ternilai harganya, tidak sebanding dengan nilai harta di dunia diantaranya, “nilai pahala beribadah pada malam itu setara 83 tahun beribadah kepada Allah Ta’ala”. Dari ibadah yang dilakukan di keseharian ini, belum tentu bisa dijaga keikhlasannya, apalagi tidak ada yang dapat menentukan sepanjang apa usia masing-masing manusia.

Ramadhan adalah nama salah satu bulan yang ditetapkan Allah Ta’ala sejak alam semesta ini tercipta. Tentu ia bukan sembarang bulan, karena untuk mengisi kegiatan dan ibadah di bulan tersebut, siapa yang boleh berbuka alias menunda puasa, sejak kapan berpuasa dan ketentuan lain terkait puasa dalam Ramadhan telah ditentukan-Nya pula (QS. Al Baqarah : 183-187). Betapa bulan tersebut tidak boleh disamakan dengan bulan-bulan yang lain dan membutuhkan persiapan untuk menyambutnya,tutupnya
( Red )

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *