BANGLI, MEDIAPOLRINEWS – Komisi III DPRD Kabupaten Bangli menggelar rapat kerja untuk membahas peningkatan/perbaikan ruas jalan yang rusak akibat bencana alam. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Wibisana, Sekretariat DPRD Kabupaten Bangli, Senin (19 Januari 2026) ini, menyoroti sejumlah permasalahan jalan rusak yang semakin memprihatinkan akibat cuaca ekstrem.
Ketua Komisi III DPRD Bangli, I Wayan Mertha Suteja, menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap jalan rusak di Juwuk Bali, yang kondisinya dinilai paling parah. “Bagaimana caranya agar jalan jebolnya di Juwuk Bali secepatnya dikerjakan,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Sekdis PU), menjelaskan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan banyak jalan di Bangli mengalami kerusakan. Sesuai arahan Bupati, pendataan telah dilakukan di lapangan, termasuk di Manuk dan Juwuk Bali. Penanganan terkendala karena adanya batang bambu yang menyelimuti di bawah jembatan, sehingga untuk sementara jalan tersebut ditutup.
Anggota DPRD Bangli lainnya, seperti I Made Sudiasa dan Ida Bagus Made Santosa, juga menyampaikan aspirasi terkait jalan rusak di wilayah masing-masing. Santosa menyoroti pentingnya pemerataan penanganan jalan rusak dan menyinggung adanya jalan putus di Demulih serta jalan jebol di Sale yang perlu dipantau.
Kabid BKPAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) menjelaskan bahwa dana yang diperlukan untuk menangani 11 jalan rusak adalah Rp 3,5 miliar. Pihaknya berjanji akan mempercepat proses pencairan dana agar perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan.
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa usulan perbaikan jalan di Susut telah diajukan ke Pemerintah Provinsi dan diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.
Salah satu yang menjadi perdebatan adalah terkait kecukupan anggaran Rp 3,5 miliar untuk menangani 11 titik jalan rusak. Anggota DPRD Bangli, I Nengah Darsana, mempertanyakan apakah anggaran tersebut akan mencukupi. Selain itu, ia juga menyoroti masalah rumput gajah yang tumbuh di pinggir jalan di Landih dan meminta pemerintah memberikan solusi terbaik.
Rapat kerja ini menunjukkan keseriusan DPRD Bangli dalam menanggapi permasalahan jalan rusak yang semakin meresahkan masyarakat. Diharapkan, Pemerintah Kabupaten Bangli dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki jalan rusak dan memastikan kelancaran akses transportasi bagi masyarakat. (Jro’budi)
