Diskotik & Minol di Sintang Nekat Beroperasi,DPMPTSP : Saya Berani Tegaskan. Diduga Management Ritual Mengantongi Ijin Abal Abal !!

SINTANG, MEDIAPOLRINEWS — Terkait pemberitaan yang sudah beredar beberapa waktu yang mengatakan bahwa ritual beroperasi selama ini di duga belum kantongi ijin mendapat klarifikasi oleh pengelola ritual, melalui media online Tedy selaku pengelola menyampaikan bahwa untuk ijin Kelab malam atau diskotik ritual yang utamanya menyediakan minuman, restoran sudah kantongi ijin resmi dengan di tunjukan surat nomor induk berusaha ( NIB ) yang di tetapkan pada tanggal 19 Desember 2018.

Saat awak media menelusuri terkait ijin yang sudah di kantongi oleh management ritual ke DPMPTSP pada Jumat 15/9/2023. Erwin Simanjuntak menyampaikan kepada awak media bahwa sampai saat ini ritual belum ada kantongi ijin DISKOTIK dan peredaran MINOL,

“Saya berani tegaskan bahwa sampai sekarang untuk ritual belum memiliki ijin resmi DISKOTIK dan peredaran MINOL”,Tandasnya.

Lanjut Erwin, “Ijin ritual sampai saat ini belum terverifikasi, untuk ijin sekarang harus mengunakan aplikasi OSS RBA versi terbaru dan harus migrasi dulu ke OSS RBA versi baru dan hal tersebut belum di lakukan oleh management ritual. Kami sudah cek ke provinsi terkait ijin milik ritual melalui tim teknis dan di pastikan belum terverifikasi Karena persyaratan belum lengkap”,ungkap Erwin Simanjuntak.

Dalam hal itu, Syamsuardi sangat menyayangkan atas pernyataan pihak ritual di media yang mengatakan perijinan sudah lengkap dan ternyata menurut dinas terkait belum terverifikasi, maka saya menilai patut di duga bahwa surat ijin yang di sampaikan ke awak media beberapa waktu lalu adalah palsu atau Abal Abal apalagi di ijin tersebut tidak di sebutkan di keluarkan oleh dinas DPMPTSP Pemda atau DPMPTSP Provinsi.

“Kalau memang benar bahwa ritual belum kantongi ijin KELAB MALAM atau DISKOTIK seperti yang di sampaikan oleh DPMPTSP kabupaten sintang maka di pasti beroperasinya ritual yang sudah sekian tahun lamanya merupakan pelanggaran hukum, maka saya selaku LSM meminta kepada pihak pemerintah dan dinas terkait untuk segera menutup dan memproses secara hukum apa yang sudah di lakukan oleh management ritual tersebut”, Tegas Syamsuardi.

(Red/Ln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *